KKTP Kurikulum Merdeka: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitung Interval
KKTP dijelaskan dengan bahasa sederhana: bedanya dengan KKM, tiga cara menyusunnya, contoh interval, plus kalkulator gratis untuk nilai kelas Anda.
KKTP adalah singkatan dari Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran: ukuran yang Anda pakai untuk memutuskan apakah seorang murid sudah mencapai satu tujuan pembelajaran atau belum.
Kalau dulu Anda terbiasa dengan KKM 75, KKTP terasa membingungkan karena tidak ada lagi satu angka untuk semua. Tenang, konsepnya sebenarnya lebih sederhana daripada kelihatannya. Di artikel ini kita bahas pengertiannya, tiga cara menyusunnya, contoh nyata, dan kalkulator untuk menghitung interval nilai kelas Anda.
KKTP adalah apa, dan kenapa bukan KKM lagi
Bayangkan dua murid sama-sama mendapat nilai 70. Murid pertama sudah paham konsep, hanya salah hitung di dua soal. Murid kedua menebak sebagian besar jawaban. Dengan KKM, keduanya dicap sama: belum tuntas. Padahal tindak lanjut yang mereka butuhkan berbeda.
KKTP mencoba menjawab masalah itu. Yang diukur bukan lagi "nilainya berapa", tetapi "tujuan pembelajaran mana yang sudah dicapai, dan seberapa baik".
| Aspek | KKM (Kurikulum 2013) | KKTP (Kurikulum Merdeka) |
|---|---|---|
| Yang diukur | Ketuntasan satu mata pelajaran atau KD | Ketercapaian satu tujuan pembelajaran |
| Bentuk | Satu angka, misalnya 75 | Deskripsi, rubrik, atau interval nilai |
| Hasil | Tuntas atau tidak tuntas | Tingkat capaian beserta tindak lanjutnya |
| Fungsi utama | Menentukan remedial | Menentukan langkah belajar berikutnya untuk tiap murid |
Tiga cara menyusun KKTP
Panduan asesmen Kurikulum Merdeka memberi keleluasaan. Ada tiga pendekatan yang umum dipakai, dan Anda boleh memilih yang paling cocok untuk tiap tujuan pembelajaran.
1. Deskripsi kriteria
Cocok untuk tujuan yang hasilnya cukup dinilai "sudah" atau "belum". Anda menuliskan ciri-ciri murid yang sudah mencapai tujuan.
2. Rubrik
Cocok untuk tujuan yang punya tingkatan kualitas, misalnya presentasi, praktik, atau proyek. Setiap aspek dinilai dalam beberapa level.
| Aspek | Perlu bimbingan | Cukup | Baik | Sangat baik |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan isi | Banyak informasi keliru | Sebagian kecil keliru | Tepat, kurang lengkap | Tepat dan lengkap |
| Penyampaian | Membaca catatan terus | Sesekali melihat catatan | Lancar, kontak mata terbatas | Lancar dengan kontak mata |
Lalu tentukan: murid dianggap mencapai tujuan bila minimal berada di level Cukup pada semua aspek, misalnya.
3. Interval nilai
Ini cara yang paling sering dipakai untuk tes tertulis. Rentang nilai 0–100 dibagi menjadi beberapa kualitas, lalu guru memilih kualitas mana yang dianggap sudah mencapai tujuan.
| Rentang nilai | Kualitas | Tindak lanjut |
|---|---|---|
| 0–60 | Perlu bimbingan | Ulang tujuan pembelajaran dengan bimbingan |
| 61–70 | Cukup | Penguatan pada bagian yang belum dikuasai |
| 71–80 | Baik | Lanjut ke tujuan berikutnya |
| 81–100 | Sangat baik | Pengayaan atau tantangan tambahan |
Contoh menghitung interval KKTP untuk satu kelas
Misalkan Anda punya dua bukti penilaian untuk satu tujuan pembelajaran: kuis dan tugas. Nilai akhir tiap murid adalah rata-rata keduanya.
| Murid | Kuis | Tugas | Nilai akhir | Kualitas |
|---|---|---|---|---|
| Rina | 82 | 78 | 80 | Baik |
| Dimas | 58 | 66 | 62 | Cukup |
| Salsa | 90 | 94 | 92 | Sangat baik |
| Bayu | 70 | 64 | 67 | Cukup |
| Nadia | 74 | 80 | 77 | Baik |
Sekarang bagian yang sering terlewat: Anda harus menentukan batas tercapai.
- Jika batasnya Cukup (61 ke atas), kelima murid sudah mencapai tujuan.
- Jika batasnya Baik (71 ke atas), hanya 3 dari 5 murid yang mencapai. Dimas dan Bayu perlu penguatan sebelum lanjut.
Nilai murid tidak berubah, tetapi keputusan Anda berubah. Karena itu batas tercapai harus ditetapkan sebelum asesmen, bukan setelah nilai keluar.
Kalkulator interval KKTP
Coba langsung dengan nilai kelas Anda. Ganti nama dan nilai di tabel, pilih pola interval, lalu tentukan batas tercapai.
Alat bantu
Kalkulator interval KKTP
Isi nama murid dan nilai dari beberapa bukti (pisahkan dengan titik koma). Hasilnya langsung muncul di bawah.
| Nama murid | Nilai (bukti 1; bukti 2; …) | Hapus |
|---|---|---|
5 dari 5 murid sudah mencapai tujuan pembelajaran.
| Nama | Nilai akhir | Kualitas | Tindak lanjut |
|---|---|---|---|
| Rina | 80 | ✓ Baik | Lanjut ke tujuan pembelajaran berikutnya |
| Dimas | 62 | ✓ Cukup | Penguatan pada bagian yang belum dikuasai |
| Salsa | 92 | ✓ Sangat baik | Pengayaan atau tantangan tambahan |
| Bayu | 67 | ✓ Cukup | Penguatan pada bagian yang belum dikuasai |
| Nadia | 77 | ✓ Baik | Lanjut ke tujuan pembelajaran berikutnya |
Langkah menyusun KKTP dari nol
- Ambil satu tujuan pembelajaran dari ATP Anda. KKTP selalu melekat pada satu tujuan.
- Tentukan bukti yang akan dikumpulkan. Tes tertulis, produk, presentasi, atau observasi.
- Pilih pendekatan. Deskripsi untuk yang sederhana, rubrik untuk keterampilan, interval untuk tes.
- Tetapkan batas tercapai dan tulis tindak lanjut untuk murid yang belum mencapai.
- Sampaikan ke murid sebelum asesmen. Murid yang tahu kriteria keberhasilannya cenderung belajar lebih terarah.
Kesalahan yang paling sering terjadi
Rujukan
- Panduan Pembelajaran dan Asesmen, Kementerian Pendidikan (edisi revisi), bagian pengolahan hasil asesmen dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran.
- Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang perubahan atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum. Cek versi terbaru di laman resmi kementerian.
Tanya jawab
Apakah KKTP harus berupa angka seperti KKM?
Tidak harus. KKTP boleh berupa deskripsi, rubrik, atau interval nilai. Pilih bentuk yang paling cocok dengan tujuan pembelajarannya. Keterampilan praktik biasanya lebih pas memakai rubrik, sedangkan tes tertulis lebih mudah memakai interval.
Apakah setiap tujuan pembelajaran perlu KKTP sendiri?
Ya, karena KKTP mengukur ketercapaian satu tujuan pembelajaran. Dalam praktiknya, tujuan yang mirip boleh memakai pola kriteria yang sama selama kriterianya tetap jelas untuk tujuan itu.
Berapa batas tercapai yang benar, Cukup atau Baik?
Tidak ada angka tunggal yang wajib. Guru atau sekolah menetapkannya berdasarkan tingkat kesulitan tujuan dan kesiapan murid. Yang penting, batas itu ditulis sejak awal dan disampaikan ke murid sebelum asesmen.
Apakah murid yang belum mencapai KKTP berarti tidak naik kelas?
Tidak. KKTP dipakai untuk menentukan tindak lanjut pembelajaran, misalnya pendampingan atau remedial pada bagian tertentu. Keputusan kenaikan kelas diatur tersendiri oleh sekolah.
Di mana KKTP dicantumkan?
KKTP biasanya ditulis di bagian asesmen modul ajar, berdekatan dengan instrumen penilaiannya, supaya guru lain yang membaca modul langsung tahu kapan seorang murid dianggap sudah mencapai tujuan.
Ada yang kurang jelas atau aturan di daerah Anda berbeda? Kirim catatan kearrazyinovasi@gmail.com. Masukan guru selalu kami pakai untuk memperbarui tulisan.